Mengenali Perkembangan Bayi 6 Bulan Yang Normal

Perkembangan bayi 6 bulan memang harus diperhatikan. Apabila anda memiliki bayi dengan usia 6 bulan, maka sebaiknya seorang ibu harus mengetahui tumbuh kembangnya. Beberapa yang membuat bayi semakin pintar yakni karena adanya perhatian dari orang tua. Biasanya yang sering dilakukan bayi saat usia ini yaitu berguling-guling seiring dengan semakin kuatnya otot-otot leher dan lengannya. Kemudian bayi dalam usia ini juga sudah mulai bisa mengonsumsi makanan padat pertamanya.

Perkembangan Bayi 6 Bulan

Bayi usia 6 bulan seharusnya memang sudah bisa melakukan banyak hal. Nah, beberapa hal penting yang perlu diketahui dalam perkembangan bayi 6 bulan yakni sebagai berikut:

Mengenali Perkembangan Bayi 6 Bulan Yang Normal

Bayi Sudah Aktif dan Sering Berguling

Pada masa 6 bulan, seorang bayi akan pandai melakukan gerakan dengan bergiling-guling. Hal ini karena otot-otot leher dan lengannyasemakin kuat. Sehingga memungkinkan untuk aktif dalam bergerak. Tidak heran apabila bayi senang melakukannya, namun sebagai seorang ibu anda harus berhati-hati ketika meninggalkannya sendiri. Terlebih ketika berada di atas tempat tidur atau tempat yang tinggi, sebab besar kemungkinan bisa terjatuh dari tempat tidurnya. Hal ini akan sangat berbahaya. Selain itu, ibu tetap harus berhat-hati pada saat mengganti popok bayinya. Apabila masih kesulitan, maka sebaiknya bisa minta tolong pada orang lain untuk menahan anak anda supaya tidak berguling.

Menggunakan Pakaian yang Nyaman

Buah hati anda pada usia ini akan semakin aktif dan sangat memerlukan pakaian yang nyaman untuk menunjang aktivitasnya. Sebaiknya anda bisa memberikan pakaian yang longgar, melar, dan memiliki sirkulasi udara yang baik, agar si kecil nyaman. Dan hindari menggunakan pakaian yang berbahan kasar.

Mengalamin Perubahan Warna pada Tinja   

Usia 6 bulan adalah usia yang paling pas untuk bayi mulai mengonsumsi makanan padat pertamanya, hal ini yang membuat warna dan bau tinjanya akan berubah. Maka anda tidak perlu kaget, karena ini merupakan sesuatu yang normal. Akan tetapi, sebaiknya bisa lebih perhatikan lebih jauh lagi. Apabila tinja si kecil tersebut tergolong keras, maka ada kemungkinan bayi mengalami konstipasi. Ganti MPASI bayi anda dengan sayuran atau beberapa jenis buah-buahan. Hal lain yang penting yaitu anda harus memperhatikan kandungan gizi pada makanan. Anda bisa memberikannya buah apel, pisang, dan beras,  sebab bisa menyebabkan bayi konstipasi.

Mulai Belajar Bahasa Isyarat

Pada saat berusia 6 bulan, biasanya bayi anda sudah bisa diajarkan bahasa isyarat. Salah satunya yakni dengan melambai untuk mengatakan “selamat tinggal” dan yang sering menunjuk untuk mengatakan “lihat itu!”. Sedangkan dari kemampuan motorik, si kecil akan berkembang lebih dahulu daripada kemampuan berbahasanya. Bahasa isyarat yang semacam itu yang dapat memfasilitasi bayi untuk pandai dalam menyampaikan apa yang dibutuhkannya, dan menghindarkan bayi dari rasa frustasi. Salah satunya yakni dengan mengusap-usap perutnya ketika bayi masih ingin disuapi.

Menstimulasi Indera bayi

Bayi yang berusia 5 bulan dapat menggunakan kelima panca inderanya untuk bereksplorasi dan dapat belajar untuk lingkungan sekitarnya. Biasanya yang sering dilakukan yakni bayi lebih suka meremas mainan bola dengan lembut, menggigit mainan, mendengar bunyi bel di dalam mainan, dan lain-lain. Sehingga dapat dipastikan jika lingkungan sekitar bayi aman untuk dieksplorasi.

Sebaiknya Membaca Buku Bersama

Nah, untuk meningkatkan perkembangan bayi 6 bulan anda bisa membacakan buku untuk anak. Ini memang terlihat sepele, akan tetapi bisa meningkatkan kemampuan berbahasanya.  Selain itu ini juga bisa menjadi bekal untuk bayi supaya dapat mencintai buku ketika sudah besar nanti. Salah satunya bisa dilakukan dengan cara menggunakan buku dengan gambar menarik atau bisa pula buku dengan gambar ilustrasi yang bertekstur. Walaupun bayi  belum bisa membolak-balik halaman dan mendengarkan ibu bercerita dengan saksama, namun ada  momen untuk membaca buku bersama bisa anda lakukan pada waktu yang tepat, diantaranya seperti  ketika anak sedang dalam pelukan anda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*