Penyebab Plasenta Previa dan Cara Mengatasinya

Kehamilan merupakan salah satu hal yang dinantikan oleh pasangan yang telah menikah. Oleh karena itu, menjaga kehamilan perlu dilakukan untuk menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satu kondisi kehamilan yang berbahaya adalah Plasenta Previa. Ini merupakan kondisi kehamilan di mana ari-ari atau plasenta berada di bagian bawah rahim. Kondisi tersebut membuat leher rahim tertutupi sebagian, bahkan tertutupi seluruhnya. Apakah yang menyebabkan kondisi ini terjadi?

Penyebab Terjadinya Plasenta Previa

Kondisi plasenta previa bisa diketahui oleh dokter ketika seorang ibu berada dalam kehamilan di trimester dua atau tiga. Jika ibu hamil mengalami perdarahan di trimester tersebut, maka dugaan plasenta previa bisa terjadi. Namun untuk memastikan apakah benar-benar mengalami kondisi plasenta previa atau tidak, perlu dilakukan USG Transvaginal, MRI, dan USG Panggul.

Setelah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, barulah bisa diketahui apakah benar-benar terjadi kondisi kehamilan plasenta previa atau tidak. Berikut beberapa penyebab ibu hamil mengalami kondisi kehamilan yang berbahaya ini.

  1. Hamil bayi kembar
  2. Hamil pada usia 35 tahun ke atas
  3. Pernah mengalami keguguran
  4. Merokok saat hamil
  5. Bukan kehamilan pertama
  6. Pernah operasi pada bagian rahim seperti kuret, atau operasi pengangkatan miom
  7. Mengalami kondisi plasenta previa pada kehamilan yang sebelumnya
  8. Rahim yang tidak normal
  9. Pernah mengalami persalinan secara Caesar
  10. Posisi janin sungsang atau tidak normal

Semua kondisi tersebut memungkinkan seorang ibu hamil mengalami plasenta previa. Jika terbukti mengalami kondisi kehamilan ini, bagaimana cara mengatasinya?

Cara Mengatasi Kehamilan Plasenta Previa

Kondisi plasenta previa tentu saja tidak bisa dibiarkan. Kehamilan ini cukup berbahaya sehingga pasien perlu mendapatkan tindakan khusus agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakannya. Pasalnya, jika hal ini dibiarkan akan berpengaruh pada keselamatan ibu hamil dan bayi yang sedang dikandungnya.

Pengobatan dilakukan untuk menghindari terjadinya perdarahan. Penanganan yang dilakukan kepada pasien tergantung pada kondisi kesehatan ibu dan janin. Dokter akan melakukan perawatan tergantung dari usia kandungan, posisi plasenta, dan keparahan perdarahan yang dialami ibu hamil.

Jika perdarahan yang dilakukan adalah perdarahan ringan, maka saran dari dokter adalah sebagai berikut.

  1. Banyak berbaring
  2. Hindari Hubungan intim
  3. Hindari olahraga

Dengan melakukan hal tersebut, maka kondisi perdarahan bisa dihentikan. Meskipun kondisi ini tidak memerlukan perawatan secara intensif di rumah sakit, namun pasien yang mengalami hal ini harus segera mendapatkan pertolongan medis guna mencegah terjadinya perdarahan yang hebat.

Jika perdarahan hebat terjadi secara berulang-ulang, maka dokter pun akan menyarankan agar bayi bisa segera dilahirkan dengan menggunakan prosedur Caesar. Apabila usia kandungan belum mencapai 36 minggu, ibu hamil akan mendapatkan suntikan untuk mempercepat pematangan paru-paru janin.

Kondisi plasenta previa memang tidak bisa dihindari dan bisa datang pada siapa saja. Oleh karena itu, ibu hamil harus rajin-rajin memeriksakan kandungannya ke dokter untuk memastikan kehamilannya normal. Jika terjadi kondisi plasenta yang tidak normal pun bisa segera diketahui dan diatasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*